WhatsApp Icon
banner
banner
banner

Berita Terkini

Di Surau Tuo Nagari Muaro, Zakat Didendangkan dalam Gema Salawat Dulang
Di Surau Tuo Nagari Muaro, Zakat Didendangkan dalam Gema Salawat Dulang
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} SIJUNJUNG – Malam itu, Surau Babul Hasanah tidak sekadar menjadi dinding-dinding tua. Ia berdenyut. Dari dalam surau yang diterangi lampu listrik, talam-talam dulang berdentum, sahut-menyahut memuji Baginda Nabi. Sabtu malam, 24 Oktober 2026, BAZNAS Kabupaten Sijunjung memilih cara yang paling Minang untuk bersyiar: bukan dengan spanduk, tapi dengan dendang. Acara Salawat Dulang ini digelar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW. BAZNAS sengaja pulang ke surau. Sebab surau, bagi anak Minangkabau, bukanlah sekadar tempat sujud. Surau adalah rahim pertama tempat anak kemenakan belajar mengaji, mengenal adat, dan tahu di mana letak malu dan iman.T ampak hadir dari BAZNAS Kabupaten Sijunjung, Wakil Ketua I Lindo Karsyah dan Wakil Ketua II Mardiwan Arraisi. Keduanya duduk bersila di lantai surau, sama rendah dengan jamaah, sama khusyuk mendengar dentuman dulang. Yang membuat malam itu berbeda, adalah isi dendangnya. Di antara puji-pujian kepada Rasulullah, para seniman Salawat Dulang menyelipkan syiar zakat. Mereka melagukan zakat sebagai buah dendang. Bait demi bait mereka dendangkan: tentang harta yang harus dibersihkan, tentang hak anak kemenakan yang fakir di dalam kaum, tentang kewajiban mamak terhadap kemenakan yang putus sekolah. "Harto manumpuak jan sampai lupo, ado hak urang di dalamnyo, zakat dikaluakan untuak kamanakan..." Begitu petikan dendang yang malam itu menggema, membuat beberapa ninik mamak yang hadir mengangguk pelan. Pendekatan budaya ini bukanlah kebetulan. Ini adalah bagian dari ikhtiar BAZNAS Sijunjung untuk memperkuat dan mempercepat penerapan konsep Hybrid Legitimacy di tanah Minangkabau. Hybrid Legitimacy adalah jalan tengah yang dipilih BAZNAS Sijunjung. Jalan yang tidak mencabut zakat dari akar adat, tapi justru menguatkannya. Dengan konsep ini, masalah kemustahikan anak kemenakan di dalam kaum — baik untuk kebutuhan hidup sehari-hari, biaya pendidikan yang tertunggak, biaya berobat yang tak terbayar, hingga impian akan rumah layak huni — diselesaikan melalui dua legitimasi sekaligus: legitimasi syariah dan legitimasi adat kaum. Zakat tidak lagi terasa sebagai perintah dari kantor di Muaro. Zakat pulang menjadi kewajiban mamak, menjadi marwah kaum, yang didendangkan di surau-surau. Malam itu, zakat tidak diceramahkan. Zakat didendangkan.
26/10/2026 | Lindo Karsyah, S.S, M.IP
Silaturahmi Dua Negeri: Kala Sijunjung dan Jambi Merajut Zakat Menjadi Maslahat
Silaturahmi Dua Negeri: Kala Sijunjung dan Jambi Merajut Zakat Menjadi Maslahat
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:1.0pt; mso-ligatures:standardcontextual;} JAMBI – Di bawah naungan langit Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, sebuah pertemuan sarat makna terukir pada Sabtu yang teduh, 17 Oktober 2026. Dua lembaga penjaga amanah umat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sijunjung dan Baznas Kota Jambi, duduk bersama dalam sebuah majelis yang tak sekadar bertukar cerita, melainkan melakukan benchmarking dan sharing best practice—sebuah ikhtiar luhur memperkokoh tiang tata kelola kelembagaan dan memijarkan potensi zakat di bumi swarnabhumi. Langkah kaki delegasi Baznas Kabupaten Sijunjung yang digerakkan oleh Wakil Ketua I Lindo Karsyah, Wakil Ketua II Mardiwan Arraisi, dan Kepala Pelaksana Han Aidi Akbar, disambut hangat oleh sang tuan rumah. Ketua Baznas Kota Jambi Muhammad Padli, berdampingan dengan Wakil Ketua I Fakhruddin, Wakil Ketua III Sanandar, Wakil Ketua IV Abdul Rahim, serta para amil, menyambut mereka dengan tangan terbuka dan hati yang lapang. Di sudut Zcorner Kampung Ramadan, tempat pertemuan itu digelar, aroma perubahan begitu pekat terasa. Baznas Kabupaten Sijunjung datang membawa tanya yang mendalam, menelisik rahasia di balik ketangguhan tangan-tangan amil Jambi memeluk dan menempa para pelaku UMKM. Di tempat ini, ikhtiar tidak pernah sia-sia; mereka yang dahulunya adalah mustahik yang menanti uluran tangan, kini pelan namun pasti, bermetamorfosis menjadi jiwa-jiwa mandiri yang berprospek tegak sebagai muzaki. Keberkahan Kota Jambi pun terpancar dari angka-angka yang berbicara. Hampir Rp 12 miliar dana ZIS berhasil dihimpun dari ketulusan hati para PNS/ASN setempat. Sebuah sistem yang adil dan rapi telah ditegakkan:Bagi para abdi negara berpenghasilan paling rendah Rp 7,6 juta sebulan, tunai sudah kewajiban zakatnya. Sementara bagi yang berada di bawah garis itu, infak satu persen menjadi jembatan berkah yang tak putus dialirkan. Gerak langkah ini kian benderang karena sang wali kota tak lelah menjemput bola, rajin mengetuk pintu Baznas Pusat demi memboyong berbagai program kemaslahatan ke tanah Jambi. Tak sekadar datang untuk menimba ilmu, Baznas Kabupaten Sijunjung mengulurkan buah pikir yang mengagumkan. Di hadapan tuan rumah, mereka membentangkan sebentuk konsep bertajuk hybrid legitimacy—sebuah naskah akademik yang menjelma jadi solusi nyata pengentasan kemiskinan dan perwujudan kesejahteraan umat. Melalui konsep ini, zakat tidak sekadar dibagi, melainkan dikelola dengan kompas yang terarah. Berpijak pada akar budaya yang kuat, masalah kemiskinan para mustahik—yang sejatinya adalah anak kemanakan dalam pelukan kaum—coba disembuhkan dari dalam. Sebuah formula indah yang mengawinkan hukum formal negara dengan kehangatan adat resam, agar tak ada lagi kerabat yang terlantar di tanah sendiri. Pertemuan di sore itu pun usai, meninggalkan jejak-jejak kolaborasi yang mendalam. Dari Jambi dan Sijunjung, umat diajarkan bahwa di tangan tata kelola yang amanah dan hati yang saling berbagi, zakat akan selalu menemukan jalannya untuk menerangi kegelapan kemiskinan. ***
18/10/2026 | Lindo Karsyah, S.S, M.IP
Kaum Kampai Nagari Muaro Kembali Berzakat ke Baznas
Kaum Kampai Nagari Muaro Kembali Berzakat ke Baznas
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:1.0pt; mso-ligatures:standardcontextual;} SIJUNJUNG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sijunjung bersama Kaum Kampai Saribu Garang Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, terus memperkokoh keberlanjutan program inovatif berbasis adat dan syariat. Sinergi ini diwujudkan melalui aksi nyata penyerahan zakat pertanian oleh salah seorang anak kemanakan kaum kepada amil BAZNAS, yang diproyeksikan untuk menyelesaikan masalah kemustahikan di internal kaum itu sendiri. Penyerahan zakat senilai Rp 850.000 ini dilakukan langsung oleh Munaf Saribu Garang kepada amil BAZNAS Kabupaten Sijunjung yang datang menjemput bola pada tanggal 11 Oktober 2026. Momentum khidmat ini berlangsung di sela-sela acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau Jabal Nur, sebuah rumah ibadah milik Kaum Kampai Saribu Garang. Aksi ini menandai penyerahan zakat kedua dari kaum tersebut, sekaligus menjadi bukti keberlanjutan pelaksanaan konsep hybrid legitimacy. Pola kerja sama ini secara harmonis memadukan legitimasi formal-syariah dari BAZNAS dengan legitimasi struktural-adat yang dimiliki oleh pemuka kaum/suku. Melalui skema hybrid legitimacy, pengelolaan zakat ditekankan pada pola zakat berdampak. Ke depannya, dana zakat yang dihimpun dari anggota Kaum Kampai Saribu Garang akan dialokasikan kembali secara terukur untuk menyelesaikan masalah kemustahikan, keasnafan, serta berbagai persoalan ekonomi-sosial keumatan yang dihadapi oleh anak kemanakan di dalam kaum itu sendiri. Pola kemitraan berbasis kearifan lokal ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) bagi kaum-kaum lain di Kabupaten Sijunjung. Dengan menggerakkan potensi zakat dari dalam dan disalurkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi internal kaum, pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. **
12/10/2026 | Lindo Karsyah, S.S, M.IP

Berita Pendistribusian

BAZNAS TV